PostHeaderIcon SEBUAH RENUNGAN TERHADAP KEMATIAN

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Saudaraku! Anda masih ingat detik-detik ketika kakek, atau nenek, atau mungkin ayah, ibunda, atau mungkin juga istri atau suami tercinta meregang nyawanya? Pernahkah anda bertanya dan berpikir apakah yang mereka rasakan ketika ruh mereka meninggalkan raganya?

Agar anda dapat menerka apa yang mereka rasakan kala itu, coba anda kembali mengingat raut wajah mereka ketika detik-detik terakhir sebelum meninggal dunia.

Tahukah saudara! Apa yang dialami oleh ayahanda atau kerabat anda saat itu? Tahukah saudara, dengan siapa ia berhadapan? Berikut inilah kejadian yang dialami oleh ayahanda atau ibunda atau kerabat anda kala itu (Kisah ini dituturkan oleh Rasulullah r sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dan Ibnu Majah):

إِنَّ الْعَبْدَ الْمُؤْمِنَ إِذَا كَانَ فِى انْقِطَاعٍ مِنَ الدُّنْيَا وَإِقْبَالٍ مِنَ الآخِرَةِ نَزَلَ إِلَيْهِ مَلاَئِكَةٌ مِنَ السَّمَاءِ بِيضُ الْوُجُوهِ كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الشَّمْسُ مَعَهُمْ كَفَنٌ مِنْ أَكْفَانِ الْجَنَّةِ وَحَنُوطٌ مِنْ حَنُوطِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسُوا مِنْهُ مَدَّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَجِىءُ مَلَكُ الْمَوْتِ عَلَيْهِ السَّلاَمُ حَتَّى يَجْلِسَ عِنْدَ رَأْسِهِ فَيَقُولُ أَيَّتُهَا النَّفْسُ الطَّيِّبَةُ اخْرُجِى إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ - قَالَ - فَتَخْرُجُ تَسِيلُ كَمَا تَسِيلُ الْقَطْرَةُ مِنْ فِى السِّقَاءِ فَيَأْخُذُهَا فَإِذَا أَخَذَهَا لَمْ يَدَعُوهَا فِى يَدِهِ طَرْفَةَ عَيْنٍ حَتَّى يَأْخُذُوهَا فَيَجْعَلُوهَا فِى ذَلِكَ الْكَفَنِ وَفِى ذَلِكَ الْحَنُوطِ وَيَخْرُجُ مِنْهَا كَأَطْيَبِ نَفْحَةِ مِسْكٍ وُجِدَتْ عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ - قَالَ - فَيَصْعَدُونَ بِهَا فَلاَ يَمُرُّونَ - يَعْنِى بِهَا - عَلَى مَلأٍ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ إِلاَّ قَالُوا مَا هَذَا الرُّوحُ الطَّيِّبُ فَيَقُولُونَ فُلاَنُ بْنُ فُلاَنٍ بِأَحْسَنِ أَسْمَائِهِ الَّتِى كَانُوا يُسَمُّونَهُ بِهَا فِى الدُّنْيَا

“Sesungguhnya bila seorang yang beriman hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Wajah mereka putih bercahaya bak matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga. Selanjutnya mereka akan duduk sejauh mata memandang dari orang tersebut. Pada saat itulah Malaikat Maut ‘alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: “Wahai jiwa yang baik,bergegas keluarlah dari ragamu menuju kepada ampunan dan keridhaan Allah”. Segera ruh orang mukmin itu keluar dengan begitu mudah dengan mengalir bagaikan air yang mengalir dari mulut guci. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat maut menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejappun berada di tangan Malaikat Maut. Para malaikat segera mengambil ruh orang mukmin itu dan membukusnya dengan kain kafan dan wewangian yang telah mereka bawa dari surga. Dari wewangian ini akan tercium semerbak bau harum, bagaikan bau minyak misik yang paling harum yang pernah ada di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruhnya itu naik ke langit. Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: “Ruh siapakah ini, begitu harum.” Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terbaik yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya).”

Saudaraku! Walau demikian mudah arwah orang mukmin keluar dari raganya, akan tetapi bukan berarti bebas dari rasa sakit! Sekali-kali tidak.

Adakah keraguan pada diri anda bahwa Nabi Muhammad r dalah orang mukmin yang paling sempurna keimanannya? Akan tetapi kemulian dan kesempurnaan iman beliau tidak dapat melindungi beliau dari rasa pedihnya sakaratul maut.  Olehkarena itu, tatkala beliau menghadapi sakaratul maut, beliau begitu gundah. Beliau berusaha menenangkan dirinya dengan mengusap wajahnya dengan tangannya yang telah dicelupkan ke dalam bejana berisi air. Beliau mengusap wajahnya berkali-kali, sambil bersabda:

(لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتٍ) رواه البخاري

“Tiada Tuhan Yang berhak diibadahi selain Allah. Sesungguhnya kematian itu disertai oleh rasa pedih.” Riwayat Imam Bukhari.

Pada suatu hari sahabat Umar bin Al Khatthab t bertanya kepada Ka’ab Al Ahbaar:

يا كعب حدثنا عن الموت، قال: يا أمير المؤمنين غصن كثير الشوك يدخل في جوف الرجل فتأخذ كل شوكة بعرق يجذبه رجل شديد الجذب، فأخذ ما أخذ، وأبقى ما أبقى.

“Wahai Ka’ab: Ceritakan kepada kita tentang kematian!. Ka’abpun berkata: Wahai Amirul Mukminin! Gambaran sakitnya kematian adalah bagaikan sebatang dahan yang banyak berduri tajam, tersangkut di kerongkongan anda, sehingga setiap duri menancap di setiap syarafnya. Selanjutnya dahan itu sekonyong-konyong ditarik dengan sekuat tenaga oleh seorang yang gagah perkasa. Bayangkanlah, apa yang akan turut tercabut bersama dahan itu dan apa yang akan tersisa!” Riwayat Abu Nu’aim Al Asfahani dalam kitabnya Hilyatul Auliya’.

شداد بن أوس الموت افظع هول في الدنيا والآخرة على المؤمن وهو أشد من نشر بالمناشير وقرض بالمقاريض وغلي في القدور. ولو أن الميت نشر فأخبر أهل الدنيا بالموت ما انتفعوا بعيش ولا لذوا بنوم

Syaddaad bin Al Aus berkata: “Kematian adalah pengalaman yang paling menakutkan bagi seorang mukmin, baik di dunia ataupun di akhirat. Kematian itu lebih menyakitkan dibanding anda digergaji, atau dipotong dengan gunting, atau direbus dalam periuk. Andai ada seseorang yang telah mati diizinkan untuk menceritakan tentang apa yang ia rasakan pada saat menghadapi kematian, niscaya mereka tidak akan pernah bisa menikmati kehidupan dan juga tidak akan pernah tidur nyenyak.”

Bila demikian dahsyatnya rasa sakti yang menimpa seorang mukmin ketika menghadapi sakaratul maut, maka bagaimana dengan diri anda? Betapa banyak dosa dan kemaksiatan yang menodai lembaran amal anda? Anda ingin tahu bagaimana rasanya sakarutul maut bila anda tidak segera bertaubat dari kemaksiatan dan beristiqamah dalam ketaatan? Simaklah kelanjutan hadits riwayat Imam Ahmad dan Ibnu Majah di atas:

وَإِنَّ الْعَبْدَ الْكَافِرَ وفي رواية وَإِذَا كَانَ الرَّجُلُ السُّوءُ إِذَا كَانَ فِى انْقِطَاعٍ مِنَ الدُّنْيَا وَإِقْبَالٍ مِنَ الآخِرَةِ نَزَلَ إِلَيْهِ مِنَ السَّمَاءِ مَلاَئِكَةٌ سُودُ الْوُجُوهِ مَعَهُمُ الْمُسُوحُ فَيَجْلِسُونَ مِنْهُ مَدَّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَجِىءُ مَلَكُ الْمَوْتِ حَتَّى يَجْلِسَ عِنْدَ رَأْسِهِ فَيَقُولُ أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْخَبِيثَةُ اخْرُجِى إِلَى سَخَطٍ مِنَ اللَّهِ وَغَضَبٍ - قَالَ - فَتُفَرَّقُ فِى جَسَدِهِ فَيَنْتَزِعُهَا كَمَا يُنْتَزَعُ السَّفُّودُ مِنَ الصُّوفِ الْمَبْلُولِ فَيَأْخُذُهَا فَإِذَا أَخَذَهَا لَمْ يَدَعُوهَا فِى يَدِهِ طَرْفَةَ عَيْنٍ حَتَّى يَجْعَلُوهَا فِى تِلْكَ الْمُسُوحِ وَيَخْرُجُ مِنْهَا كَأَنْتَنِ رِيحِ جِيفَةٍ وُجِدَتْ عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ فَيَصْعَدُونَ بِهَا فَلاَ يَمُرُّونَ بِهَا عَلَى مَلأٍ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ إِلاَّ قَالُوا مَا هَذَا الرُّوحُ الْخَبِيثُ فَيَقُولُونَ فُلاَنُ بْنُ فُلاَنٍ بِأَقْبَحِ أَسْمَائِهِ الَّتِى كَانَ يُسَمَّى بِهَا فِى الدُّنْيَا رواه أحمد وابن ماجة وصححه الألباني

“Bila orang kafir, pada riwayat lain: Bila orang jahat hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Mereka berwajahkan hitam kelam,membawa kain yang kasar, dan selanjutnya mereka duduk darinya sejauh mata memandang. Pada saat itulah Malaikat Maut ‘alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: “Wahai jiwa yang buruk, bergegas engkau keluarlah dari ragamu menuju kepada kebencian dan kemurkaan Allah”. Segera ruh orang jahat itu menyebar keseluruh raganya. Tanpa menunda-nunda malaikat maut segera mencabut ruhnya dengan keraas, bagaikan mencabut kawat bergerigi dari bulu domba yang basah. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat Maut menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejappun berada di tangannya. Para malaikat segera mengambil ruh orang jahat itu dan membukusnya dengan kain kasar yang mereka bawa. Dari kain itu tercium aroma busuk bagaikan bau bangkai paling menyengat yang pernah tercium di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruh itu naik ke langit. Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: “Ruh siapakah ini, begitu buruk.” Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terburuk yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya).”

Saudaraku! Coba anda ingat kembali, rasa pedih dan sakit yang pernah anda rasakan ketika tertusuk atau tersengat api! Sangat menyakitkan bukan? Padahal syaraf yang merasakan rasa sakit hanyalah sebagiannya. Walau demikian, rasanya begitu menyakitkan, sehingga susah untuk dilupakan?

Nah bagaimana halnya bila kelak pada saat sakaratul maut seluruh syaraf anda merasakan sakit. Disaat ruh anda berusaha berpegangan erat-erat dengan setiap syaraf anda sedangkan Malaikat Maut mencabutnya dengan keras dan kuat. Betul-betul menyakitkan.

Penampilan Rasa Malaikat Maut yang begitu seram dan menakutkan akan semakin menambah pedih rasa sakit yang anda rasakan.

Saudaraku! Siapkah anda menjalani pengalaman yang begitu menakutkan dan begitu menyakitkan?

Bila saudara tidak kuasa menjalani sakaratul maut yang sangat menyakitkan seperti ini, maka mengapa noda-noda maksiat terus mengotori lembaran amal dan menghitamkan hati anda? Mengapa kaki anda terasa kaku, tangan serasa terbelenggu, mata seakan melekat dan pintu hati seakan terkunci ketika ada seruan beribadah kepada Allah?

Saudaraku! Agar hati anda kembali menjadi lunak dan pintu hati anda terbuka lebar-lebar untuk menerima dan mengamalkan kebenaran, maka alangkah baiknya bila anda sering-sering berziarah ke kuburan. Dengan berziarah ke kuburan, diharapkan anda akan senantiasa menyadari, cepat atau lambat anda pasti menjadi salah seorang dari penghuni kuburan.

(زُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ) رواه مسلم

“Berziarahlah ke kuburan, karena ziarah ke kuburan itu dapat mengingatkan kalian akan kematian.” Riwayat Muslim.

Saudaraku! Ada satu pertanyaan yang tidak mungkin anda temukan jawabannya sebelum anda mengalaminya sendiri: Termasuk golongan manakah diri anda, apakah termasuk golongan orang-orang mukmin yang dimudahkan ketika menghadapi sakaratul maut ataukah termasuk golongan yang kedua?

Karenanya, marilah kita berjuang, dan berdoa memohon kepada Allah agar diri kita –dengan rahmat dan kemurahan Allah- dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang mendapatkan keteguhan dan kemudahan ketika menghadapi Malaikat Maut dimudahkan. Amiin.

[Penulis : Muhammad Arifin Badri MA adalah Kandidat doktor Universitas Islam Madinah, Madinah - Saudi Arabia]

PostHeaderIcon Perjalanan Terakhir

Telah lama tidak ku tulis pengalamanku, perjalanan hidupku, melintasi sang waktu. Sekarang pukul 7.00 wib. Ku sedang berada di puncak tertinggi kebun teh. Kurasakan sapuan lembut sang angin dan sentuhan sang kabut gunung. Bersama teman setiaku, ku lakukan perjalanan melintasi perkebunan teh.

“ayo pek!” teriakku membakar semangant nya yang mulai kelelahan.

“sik wid! Ambegkan sik. Heh..he…”

“subhanallah, indahnya pemandangan di bawah!”

dari puncak bukit kemuning
dari puncak bukit kemuning

Dari atas kulihat hampir seluruh wilayah perkebunan teh, bahkan kota solo pun samar-samar terlihat seiring dengan mulai hilangnya sang kabut. “eh, itu khan teman2, mereka ngapain ya? Di bawah sana?”

Ucapku pada topek sambil kuarahkan tanganku kebawah. “Oh, y a tadi teman2 cewek pada mau jalan2 gitu. Itu mungkin mereka?”

OOOiiiiii!!!! Teriak kami sekeras-kerasnya. Entah mereka sadar akan keberadaan kami atau tidak. Tapi kenapa mereka lewat sana ya? Jangan jangan mereka tersesat? Pikirku. Ah gak lah, tu h mereka sudah  dekat jalan raya, dari sana mereka bisa kembali ke “green house” lagi.

Perjalanan kami lanjutkan lagi, kali ini lebih ekstrim! Setelah sampai ke atas, kami hendak kembali. Tapi tentu saja melewati rute yang berbeda! Bahkan belum terbayangkan dibenak kami apa yang akan kami hadapi di seberang.

Dari puncak gunung teh kami terus berjalan memutar, turun untuk menuju bukit yang lain di seberang.

“Ayo pek, photo aku” biasalah buat kenang-kenangan.

peace for all..

peace for all..

Sambil berpose di pinggir jurang aku mencari jalan turun. Di depan kami sudah tidak ada jalan setapak, terpaksa kami membuat jalan sendiri. Andrenalin kami mulai meningkat. Deg..deg..deg..Lompatan demi lompatan kami lakukan untuk sampai kebawah. “wid ayo ke sungai yuk!’ ajak topek padaku.

“OK, tapi biasanya kalau sungai di antara perbukitan gak ada airnya.”

Kami tetap melanjutkan perjalanan. Medan yang kami lalui pun semakin berat. Di depan kami sekarang terbentang gua yang siap kami lalui, gua yang terbuat dari kayu alami yang di umbuhi tanaman sulur dan yang lain.

terowongan alami

terowongan alam

Duri duri tajam dari tunbuhan itu siap untuk menggores kulit kami. Tanpa alas kaki dan dengan kaos lengan pendek yang ku kenakan aku masuk duluan. Seperti biasa, “Pek! Photo aku lagi!’ buat kenang2an.

Kami lalui gua itu bersama, sarang laba-laba menghalangi jalan kami. Tapi saudaraku, ia tak mau merusaknya. Kami harus mencari cara untuk melewati sarang tersebut tanpa merusaknya. Tapi terkadang kami harus merusak sarang laba-laba. ”Maafkan kami, kita sama–sama makhluk Allah” Ok” Karena medan tidak memungkinkan untuk mencari akternatif jalan lain. Di pertengahan gua, kami terkejut!. Ada jalan ke bawah, keliatannya habis di lewati orang!. Dengan semangat baru , kami lalui jalan itu. Gemericik air mulai terdengar makin dekat, dekat…dan akhirnya kami temukan sungai , hiks..hiks..akhirnya.. :P

sejuknya air pegunungan

sejuknya air pegunungan

Alhamdulillah!! Dinginnya air telah menghilangkan kelelahan yang kami derita, serta sedikit goresan di jari topek ketika menuruni bukit tadi. Ok, kita ambil photo air tejunnya pek!! Kamu berpose ditasnya, seperti spiderman gitu….

Spider-X

Spider-X

Setelah puas bermain air, ku lihat jalan sekeliling. Kelihatannya tidak mungkin kami langsung memanjat ke atas, masih ada bekas longsoran di tepi jurang! Dan kami masih berada dibawahnya!! Semoga tidak longsor, batinku. Kami meneruskan perjalanan dengan menyusuri sungai , lagi-lagi sarang labal-aba terbentang di hadapan kami. Terpaksa kami melewatinya dari bawah, ku benamkan badanku semakin dalam, dinginnya air mulai merayap ke pahaku… suegere!!!! :P

Ku temukan gua untuk kedua kalinya, dimana air mengalir di dalamnya. Dari kejauhan kami agak ragu, apakah kami harus melaluinya?…Andrenalin kami memuncak!!

haruskah aku..

haruskah aku..

Kami temukan jalan menuju ke puncak bukit di samping kami, kami tinggallkan sungai petualangan kami, setelah ku lalui gua keraguan tersebut. Setapak demi setapak kami daki , tiba-tiba…

“ ADA SMS!!” kulihat siapa pengirimnya, dan ternyata! Bang Fatan. “Wid, saya lupa kalo pagi ini saya ada janji dengan Tony di Solo, jadi harus segera pulang.” Itu isi sms beliau.

“Kuputuskan untuk segera kembali ke “green house”, dimana beliau menunggu.” Pek , kita harus cepat kembali!, bang fatan sudah nunggu.

Dengan kecepatan yang mulai bertambah , kami semakin semangat mendaki. Ku lihat dibawah jalan yang kami lalui ternyata ada semacam bangunan yang menghalangi sungai yang tadi kami telusuri. Entah apa itu, bentuknya seperti bendungan.

bendungan??

bendungan??

“Ku gak punya waktu untuk memikirkannya!”. Di puncak bukit kuraih HP Sony Ericson J110ku, kutelpon Bang Fatan, ku kabarkan beliau bahwa aku masih berada di gunung. “assalaamu’alaikum., afwan bang! Aku masih di puncak , biar Akhmad aja yang mengantar ya, sampai Karang Pandan

Ku kirim sms ke Akhmad untuk segera menemani Bang Fatan, sembari aku berjuang segera kembali kes ana, ku tak ingin berpisah dengan beliau tanpa sempat mengucapkan ‘”Sayonara, ma’assalamah, Zai jian”.

Segores senyum merekah dari bibir kami :P, kulihat jalan raya di bawah sana! Kami berlari tak terkendali, menuruni bukit dengan kecepatan tinggi, kami mengabaikan gaya gesek yang mulai mengelupas kaki kami sedikit demi sedikit. GLLBB sedang kami alami, GERAk LIkak likuk Berubah BerAturan membuat kami tak bisa mengurangi kecepatan, ku rasakan hentakan kaki yang sangat kuat karena menahan gaya berat badanku yang searah dengan sin ø sudut kemiringan jalan.

Sorakan penduduk sekitar ketika kami melalui mereka semakin membakar semangat kami, kecepatan kami telah mencapai puncaknya, dimana badan kami mulai terhuyung-huyung kedapan. Jika kami tidak mengangkat kaki kami, bisa dipastikan kami akan terguling-guling kebawah bersama gaya gravitasi. .Entah apa yang mereka teriakkan, cacian ataupun sorakan tidak begitu jelas di telinga kami yang bergerak mendekati kecepatan cahaya!!

Tinggal beberapa kilometer lagi kami akan sampai di “green house”, tapi topek sudah mengeluh kecapekan. Terpaksa aku meninggalkannya, ia ku suruh melintasi kebuh teh yang relative dekat, walaupun butuh waktu lebih lama.

“heh..he..heehhh ekh…. Ekh… grrrr… aurgh!!” akhirnya sampai juga. Dengan tarikan nafas panjang sepanjang perjalann kami, aku mencari di manakah sosok Bang Fatan, apakah ia telah pulang?

<waktu penulisan: 25 menit! :P>

PostHeaderIcon Gerakan Seribu Kata untuk Ibu

Cinta itu bunga..bunga yang tumbuh mekar dalam taman hati kita. kembang..

Taman itu adalah aku!

apa yang menumbuhkan,mengembangkan dan memekarkan bunga itu adalah air dan matahari.

Air dan matahari adalah perhatian dan Kasihsayang mu..

Air memberinya kesejukan dan ketenangan, tapi matahari memberinya gelora kehidupan..

Kini bunga itu semakin mekar dan mewangi.. ini buktinya.. hehe

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi temand, mungkin bagi yang baru saja kenal panggil saja diriku “Topek”. Huruf ‘e’nya seperti huruf ‘e’ pada kata Indonesia. Aku mau mengadakan suatu gerakan bersama yang dapat menambah rasa cinta kita kepada Ibu kita masing2. Caranya mudah.. ketik CINTA (spasi) IBU kirim ke HP aku..

Hehehe.. G ding. Rencananya aku mau membuat gerakan yang kuberi nama “Seribu Kata Cinta Untuk Ibu Tercinta”. Keren kan…!?

Kemarin pernah ada yang tanya juga “Dalam rangka apa mas Taufiq?”. Wah, jadi mikir juga jawabannya. Kujawab aja begini, “Dalam rangka rasa cintaku yang semakin mendalam kepada ibuku” Hwehehe… agak sok2an sich. Tapi aku memang cinta kok kepada ibuku.

Jadi, buat kamu2 yang merasa cinta berat kepada ibu kamu.., mari membuat sebuah puisi bertemakan Ibu dengan penuh perasaan dan rasa cinta yang mendalam. Trz, kamu boleh juga nulis kata pengantar <red: kata yang mengantar> untuk puisi kamu. Tapi, letaknya bukan di depan puisi, melainkan setelah puisi kamu. Bisa berisi curhat, cerita, ato uneg2 yang ingin kamu sampaikan. Tapi yang sesuai dengan konteks-nya ya…! Trz, kata pengantarnya jangan terlalu banyak…! Maks 400 kata. Lalu kirim ke e-mailku di u.aneh_wong@yahoo.com. atau widi.kurn@yahoo.com Bila puisi kamu memang bener2 menunjukkan rasa cintamu, puisi kamu bakal aku muat di dalam sebuah e-book yang akan aku buat nanti. Trz, jangan lupa kasih identitas (Nama, pekerjaan, alamat) supaya aku bisa mencantumkan pembuat puisinya yang tidak lain adalah dirimu. Untuk pekerjaan mohon untuk bisa menunjukan siapa diri kamu. Misal,

Nama : Taufiq Hidayat

Pekerjaan : Pelajar kelas 6 SD N Suka Suka

Atau

Nama :Widi Kurn

Pekerjaan : Mahasiswa UI Teknik Metalurgi  angkatan 2008


Nah, sudah jelaskan!?

Eh iya, ada yang lupa. Bila puisi kamu aku muat, nanti setelah e_booknya jadi bakal aku kirim ke kamu. Jadi kamu bisa tahu siapa saja sich yang ikutan, “Oh, ternyata adikku sendiri juga ikut toh…!?” mungkin saja bakal begitu.

Trz rencananya nanti, juga aku kirim ke salah satu penerbit. Insya ALLAH menjadi salah satu karya abadi kita bersama.

So, lets start writing..!

Itulah bukti cinta ku dan saudaraku..,:P maukah kalian mengirimkan bunga kalian?? kami tunggu!! Sebagai bukti cinta kalian!!

Batas akhir pengumpulan Idul adha tahun ini! oke?

Kegelapan mencekikQ.. Q butuh seberkas cahaya tuk bernafas.. Oksigen bukan penawar bagiQ.. Q butuh seberkas cahaya!!! Kedatanganmu cahaya bagiQ.. Penwar rinduQ Yang akan menyinari ruangan hatiQ.. Membuka pintu kesendirianQ.. maksih ibu^^ yg selalu setia menemaniQ..

Jangan lupa ajak temen2 yg lain y…! :P

PostHeaderIcon why i choose metallurgy and materials..

Bagi saya, engineer adalah seorang yang selalu mencari dan mencoba membuat sesuatu agar kehidupan masyarakat semakin mudah dan lebih baik. Dan material merupakan unsur penting dalam menunjang kehidupan masyarakat menjadi lebih baik. Sejarah bahkan membagi tingkat kemajuan manusia berdasarkan material penunjang kehidupan mereka (zaman batu, zaman perunggu, zaman besi). Kehidupan yang lebih baik tersebut dapat dicapai dengan memproduksi dan merekayasa material yang sesuai dan tepat guna untuk menunjang kehidupan kita dalam berbagai hal. Sehingga“Without material there is no engineering.” Oleh karena itu diantara berbagai jurusan teknik yang ada saya memilih teknik metalurgi dan material.

Object of study

Object of study

Perkembangan teknologi yang membuat hidup kita semakin maju dan nyaman terjadi seiring dengan perkembangan material. Sebagai contoh sekarang, peralatan elektronik yang begitu canggih ada dan bertumpu pada suatu komponent yang disebut material semikonduktor. Dengan kata lain “perkembangan material menentukan perkembangan teknologi”. Tanpa material tidak ada perkembangan. “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain”. Dan teknik metalurgi dan material memberikan peluang tersebut bagi saya melebihi yang lain.

Hal lain yang mendorong saya mengambil jurusan teknik metalurgi dan material adalah keajaiban di balik material itu sendiri. Saya terpicu untuk belajar material lebih dalam. Setiap saya belajar tentang material saya semakin sadar betapa BESAR dan MAHA KUASA Sang Pencipta di balik semua itu. Hal ini memberi pengaruh yang positif terhadap kondisi kejiwaan saya. Saya bisa lebih bersyukur dalam menjalani hidup ini.

[polldaddy poll=1816568]

PostHeaderIcon Halo dunia!

Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!

My other blogs
http://coratcoret.net (calligraphi painting,decoration,pin,stiker, etc ) http://materialmetal.blogspot.com htpp://omahkoeng.blogspot.com http://widikurn.wordpress.com Please visit me at there
Archieve
Kategori